|
| Kaderisasi HIMASKA |
“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka
meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka yang mereka khawatir
terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa
kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang
benar.” (Q.S. An-Nisa: 9)
Oke, kali ini kita akan membahas tentang Kaderisasi ya
gaes.
Sobat Galaxy mungkin sudah tau atau sering
mendengar istilah kaderisasi, ya kaderisasi merupakan istilah umum yang
sering digunakan dalam sebuah organisasi. Sebuah agen yang bergerak untuk
mencari generasi penerus. haha, iya itu definisi umum yang sering kita
dengar atau ketahui. Namun apasih arti sebenarnya dari kata kaderisasi itu
?
kaderisasi adalah proses pendididkan jangka panjang untuk pengoptimalan potensi-potensi kader dengan cara mentransfer dan menanamkan nilai-nilai tertentu, hingga nantinya akan melahirkan kader-kader pemimpin yang tangguh.
hmmp.. ribet ya ?
intinya kaderisasi itu adalah sebuah proses regenerasi yang bertujuan utk menghasilkan kader-kader yang war biasah. dan proses itu tidak bisa dilakukan secara instan, namun harus dikawal sampai benar-benar menghasilkan pemimpin yang tangguh.
Jadi, kaderisasi itu dapat dianalogikan sebagai paru-paru dalam tubuh manusia, tempat berlangsungnya proses inspirasi dan respirasi. kalau organ yang satu itu tidak ada atau tidak berfungsi lagi, bisa mati dong orangnya..

Nah, kalo dalam matematika, kaderisasi itu ibarat sebuah fungsi. you know lah kan fungsi ? - much like a factory, pabrik penghasil kader. lebih kompleksnya lagi kaderisasi itu lebih seperti fungsi komposisi. iya, karena fungsi tersebut tidak hanya satu kali proses aja.
Oke, sudah paham ya ?
Next, kaderisasi suatu organisasi dapat dipetakan menjadi dua ikon secara
umum. Pertama, pelaku kaderisasi (subyek). Dan kedua, sasaran kaderisasi
(obyek).
Untuk yang pertama, subyek atau pelaku adalah individu atau sekelompok orang yang dipersonifikasikan dalam sebuah organisasi yang melakukan fungsi regenerasi dan kesinambungan tugas-tugas organisasi. Sedangkan yang kedua adalah obyek dari kaderisasi, adalah individu-individu yang dipersiapkan dan dilatih untuk meneruskan visi dan misi organisasi.
Untuk yang pertama, subyek atau pelaku adalah individu atau sekelompok orang yang dipersonifikasikan dalam sebuah organisasi yang melakukan fungsi regenerasi dan kesinambungan tugas-tugas organisasi. Sedangkan yang kedua adalah obyek dari kaderisasi, adalah individu-individu yang dipersiapkan dan dilatih untuk meneruskan visi dan misi organisasi.
Simple like that. Jadi gagalmya proses pengaderan dapat terjadi
jika memenuhi salah satu atau lebih hal-hal dibawah ini:
1. Pelatih / Senior tidak memiliki kemampuan melatih (Subyek)
2. Pelatih / Senior tidak memiliki kemauan melatih (Subyek)
3. Tidak ada anggota / kader untuk dilatih (Obyek)
1. Pelatih / Senior tidak memiliki kemampuan melatih (Subyek)
2. Pelatih / Senior tidak memiliki kemauan melatih (Subyek)
3. Tidak ada anggota / kader untuk dilatih (Obyek)
Kesimpulan ribet terakhir. Kaderisasi merupakan sebuah proses
humanisasi atau pemanusiaan manusia dan memahasiswakan mahasiswa dengan
cara transformasi nilai-nilai tri dharma perguruan tinggi. Pemanusiaan
manusia disini dimaksudkan sebagai sebuah proses pentrasformasian
nilai-nilai yang membuat manusia (dalam hal ini mahasiswa) agar mampu
meningkatkan potensi yang dimilikinya baik spiritual, intelektual maupun
moral.
Sehingga, dalam proses kaderisasi tersebut harus memuat standarisasi yang mumpuni agar mahasiswa mampu beradaptasi dan berintegrasi melalui konsientisasi dalam ranah pendidikan, penelitian (berfikir ilmiah) dan pengabdian pada masyarakat. Bukan hanya sebuah divisi yang bertujuan untuk menambah anggota atau penerus organisasi saja.
Sehingga, dalam proses kaderisasi tersebut harus memuat standarisasi yang mumpuni agar mahasiswa mampu beradaptasi dan berintegrasi melalui konsientisasi dalam ranah pendidikan, penelitian (berfikir ilmiah) dan pengabdian pada masyarakat. Bukan hanya sebuah divisi yang bertujuan untuk menambah anggota atau penerus organisasi saja.


