Sunday, February 9, 2020

KADERISASI

Kaderisasi HIMASKA
Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (Q.S. An-Nisa: 9)

Oke, kali ini kita akan membahas tentang Kaderisasi ya gaes.
Sobat Galaxy mungkin sudah tau atau sering mendengar istilah kaderisasi, ya kaderisasi merupakan istilah umum yang sering digunakan dalam sebuah organisasi. Sebuah agen yang bergerak untuk mencari generasi penerus. haha, iya itu definisi umum yang sering kita dengar atau ketahui. Namun apasih arti sebenarnya dari kata kaderisasi itu ?

kaderisasi adalah proses pendididkan jangka panjang untuk pengoptimalan potensi-potensi kader dengan cara mentransfer dan menanamkan nilai-nilai tertentu, hingga nantinya akan melahirkan kader-kader pemimpin yang tangguh.

hmmp.. ribet ya ?
intinya kaderisasi itu adalah sebuah proses regenerasi yang bertujuan utk menghasilkan kader-kader yang war biasah. dan proses itu tidak bisa dilakukan secara instan, namun harus dikawal sampai benar-benar menghasilkan pemimpin yang tangguh.

Jadi, kaderisasi itu dapat dianalogikan sebagai paru-paru dalam tubuh manusia, tempat berlangsungnya proses inspirasi dan respirasi. kalau organ yang satu itu tidak ada atau tidak berfungsi lagi, bisa mati dong orangnya..



Nah, kalo dalam matematika, kaderisasi itu ibarat sebuah fungsi. you know lah kan fungsi ? - much like a factory, pabrik penghasil kader. lebih kompleksnya lagi kaderisasi itu lebih seperti fungsi komposisi. iya, karena fungsi tersebut tidak hanya satu kali proses aja.





Oke, sudah paham ya ?

Next, kaderisasi suatu organisasi dapat dipetakan menjadi dua ikon secara umum. Pertama, pelaku kaderisasi (subyek). Dan kedua, sasaran kaderisasi (obyek).

Untuk yang pertama, subyek atau pelaku adalah individu atau sekelompok orang yang dipersonifikasikan dalam sebuah organisasi yang melakukan fungsi regenerasi dan kesinambungan tugas-tugas organisasi. Sedangkan yang kedua adalah obyek dari kaderisasi, adalah individu-individu yang dipersiapkan dan dilatih untuk meneruskan visi dan misi organisasi.

Simple like that. Jadi gagalmya proses pengaderan dapat terjadi jika memenuhi salah satu atau lebih hal-hal dibawah ini:
1. Pelatih / Senior tidak memiliki kemampuan melatih (Subyek)
2. Pelatih / Senior tidak memiliki kemauan melatih (Subyek)
3. Tidak ada anggota / kader untuk dilatih (Obyek)


Kesimpulan ribet terakhir. Kaderisasi merupakan sebuah  proses humanisasi atau pemanusiaan manusia dan memahasiswakan mahasiswa dengan cara transformasi nilai-nilai tri dharma perguruan tinggi. Pemanusiaan manusia disini dimaksudkan sebagai sebuah proses pentrasformasian nilai-nilai yang membuat manusia (dalam hal ini mahasiswa) agar mampu meningkatkan potensi yang dimilikinya baik spiritual, intelektual maupun moral.

Sehingga, dalam proses kaderisasi tersebut harus memuat standarisasi yang mumpuni agar mahasiswa mampu beradaptasi dan berintegrasi melalui konsientisasi dalam ranah  pendidikan, penelitian (berfikir ilmiah) dan pengabdian pada masyarakat. Bukan hanya sebuah divisi yang bertujuan untuk menambah anggota atau penerus organisasi saja.

Cukup sekian dulu ya pembahasan kita kali ini mengenai KADERISASI. see ya.
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”
(Q.S. Ash-Shaff : 4)

-SR007

No comments:

Post a Comment